Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Friday, 9 May 2014

Hati-Hati di Terminal #mudik

1. Abis baca Koran Warta Kota hari ini, judulnya “Calon Penumpang Dikepung Calo” #mudik

2. Calo kadang membantu tapi keseringan nyusahin #mudik 

3. Coba tebak kira2 diantara bandara, stasiun dan terminal mana yang masih banyak calonya? Ya benar terminal. Bandara AP1 dan AP2 blm pernah denger calo maksa, stasiun di bawah Ignasiun Jonan terus berbenah #mudik 

4. Di Warta Kota kasusnya di Pulo Gadung. dari dulu cerita Pulo Gadung gini2 aja, gak pernah berubah sampe sinetron Tersanjung 7 abis, masih aja sama ceritanya. Kemana ya aparat? #mudik 

5. Waktu ada berita anggota Forum Betawi Rembug yang berprofesi sebagai tukang ojek ditusuk preman Pulo Gadung. Lalu FBR serang balik tuh preman2 di Pulo Gadung, motor dibakar2in, sampe kocar-kacir semuanya. Gue sih seneng. Siapa suruh ‘senga’, dah salah kagak bayar sesuai tarif malah nusuk. Kata FBR “..Betawi…Rempuk…yang kurang ajar..Hajar..” #mudik 

6. Sudah jadi rahasia umum, penguasa terminal bukan Betawi aseli. Oknum2 luar daerah yang cari makan, tapi maksa #mudik 

7. Saya mau nambahin Kampung Rambutan, pengalaman pribadi. Termasuk rawan #mudik 

8. Dulu saya mau ke Tegal, ke kampong istri, sendiri. Pilihan pertama kereta api, tapi habis, terpaksa nge-bis #mudik 

9. Waktu itu malam hari jam 20.00an, karena awam, ada calo yg dtgin, awalnya baik, antar sampe loket. Diminta bayar Rp165 ribu kalo g salah ingat. Mahal bgt untuk cuma sampai Tegal #mudik 

10. Awalnya otak gak mikir harga mahal, karena tertipu oleh janji manis syetan berwujud manusia. #mudik 

11. Janjinya busnya bagus, ac, kelas eksekutif. Pengen gaya malah terperdaya #mudik 

12. Bis baru datang jam 21.30, tp yang datang kayak kopaja #mudik 

13. Terpaksa naik, di dalam gak lebih dari 7 penumpang. Di Kampung Rambutan cuman berempat yang naik: Saya, satu orang bapak dengan 2 anaknya #mudik 

14. Si Bapak ini lebih miris lagi, dipaksa beli, ditarik kerah bajunya. Bapak ini akhirnya beli. Beli tiket ke Boyolali. Tapi PO ini kok tetap angkut? Saya Tegal, Bapake Boyolali. #mudik 

15. Di dalam sudah ada 3 penumpang, ternyata dari Lebak Bulus naiknya #mudik Jadi mikir kok dia terminalnya banyak, Lebak Bulus iya, Kampung Rambutan iya. 

16. Saya tanya satu-satu, ada yang mau ke semarang, Yogyakarta. Loh kenapa semua jadi diangkut semua? Kan beda jalur? #mudik 

17. Yang bikin jengkel lagi itu pas di dalam bis, lagi nunggu penumpang yang lain ada 2 cecurut: satu pura2 ngamen, satu lagi jualan kacamata. Kenapa saya bilang cecurut, karena maksa! #mudik 

18. Penumpang Semarang sasaran pertama, dipepet terus suruh beli. Akhirnya si Orang Semarang ini kasih ikhlas duit tanpa membeli barang #mudik 

19. Udah dapet duit, turunlah 2 cecurut ini #mudik tapi mereka naik lagi #mudik 

20. Naik lagi tapi tukeran profesi, yg tadinya ngamen jadi jualan, yg jualan ngamen #mudik 

21. Sasarannya adalah gua! Dicolek2, langsung dimintain duit tanpa sempat mengeluarkan suara rombengnya #mudik 

22. Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah. Waktu itu bawa tas tulisannya Special Economic Zone, punya Kemenko RI dan ada lambang garudanya #mudik 

23. Bagusnya mereka paham arti lambang garuda #mudik 

24. Mereka akhirnya turun dari bis, tapi mereka berujar setelah saya menunjukan lambang Garuda “Kita mah rakyat kecil, Kita cuman cari makan!" So sweet….. #mudik 

25. Gue akhirnya turun karena bis gak berangkat2 juga #mudik 

26. Gue cari bis lain. Alhamdulillah, ada Dewi Sri. Gue ngadu sama mereka, kok gue dimintain mahal sama PO gak jelas #mudik 

27. Tanpa diperintah mereka juga marah dengan PO gelap tsbt. Akhirnya gue malah didatangin lagi sama calo PO gelap. “Kamu mau mengadu Kami antar PO, mau ada pertumpahan darah?” gue bilang aja gue orang Sekretariat Negara, gue gak mau rebut (padahal takut gua…hahaha) #mudik 

28. Duit dikembalikan tapi gak utuh. Bodo amat. Yang penting selamat #mudik 

29. Kalo lu mau tau PO nya apa bisa baca di trit Bismania http://bit.ly/1m51vbr atau Kaskushttp://bit.ly/1l5Icxx baca baik baik ya, karena infonya bagus banget. #mudik 

30. Sedikit mau bagi2 pengalaman: 
a. Sebisa mungkin hindari naik dan turun di dalam Pulo Gadung, juga Kampung Rambutan. Naik dari luar terminal aja #mudik 

b. Kalo terpaksa harus masuk ke terminal. Pastikan langsung menuju PO/armada yang jelas dan langganan Kita. Gak usah pedulikan calo. Bilang gini “Gue mau ikut Handoyo, Sinar Jaya, Ramayana, dll!” #mudik 

c. Sekarang dah banyak PO yang ngetem di luar terminal, ada yang buat markas sendiri. Mending ikut dari situ #mudik 



Thursday, 16 January 2014

State Capture Corruption

Boleh saja ekonom berbeda pandangan terkait masalah sistemik ataupun tidaknya bank century jika tidak diberikan dana talangan (bailout) sebesar Rp 6,7 triliun. Perbedaan pandangan ini tidak akan pernah benar-benar mencapai sebuah titik kesepakatan diantara para ekonom itu sendiri. Setidaknya ada dua alasan yang mendasar mengapa ekonom berbeda pandangan. Pertama, perbedaan-perbedaan dalam penilaian ilmiah dimana berbeda mengenai keabsahan teori atau mengenai ukuran parameter-parameter penting. Kedua, perbedaan-perbedaan dalam nilai dimana memiliki pandangan normatif berbeda mengenai kebijakan yang seharusnya dilakukan. Namun yang pasti, penyelamatan bank century telah menimbulkan polemik dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. 

Tanda tanya itu adalah misalnya terkait dugaan bahwa alokasi dana talangan century tidak sepenuhnya dialokasikan untuk membayar kewajiban dan menyuntik modal sehingga persyaratan permodalan minimal suatu bank terpenuhi? Atau pertanyaan-pertanyaan lain terkait pengawasan Bank Indonesia dan BAPEPAM-LK yang lemah terhadap aktifitas bank century sebelum bailout? Apakah ada peraturan-peraturan yang dilanggar dalam proses penyelamatan century? Lalu terkait laporan BPK dan PPATK terkait dengan aliran dana dan transaksi yang mencurigakan? Dan juga yang tak boleh dilupakan adalah pertanyaan publik terkait bukti rekaman percakapan Budi Sampoerna—pemilik dana pihak ketiga terbesar Bank Century, sekitar Rp 2 triliun—dan mantan Kabareskrim POLRI, Komjen Susno Duadji? Semua pertanyaan ini harus segera dijelaskan dan dipertanggungjawabkan kepada publik agar tak timbul efek bola salju yang pada akhirnya akan mendeligitimasi pemerintahan SBY-Boediono yang baru berjalan seumur jagung. 

Tiga skenario kekhawatiran Ada tiga skenario kekhawatiran yang sangat mendasar dari kasus bailout Bank Century ini. Pertama, pemerintah SBY-Boediono lamban merespon pertanyaan-pertanyaan publik mengenai bailout Century dan membongkar kasus ini, hal ini ditandai salahsatunya oleh lambanya PPATK mengungkap aliran dana. Kedua, panitia angket Century yang sudah terbentuk di DPR RI akan sama nasibnya dengan panitia-panitia angket sebelumnya yang tak jelas hasilnya, sehingga kasus ini akan mengulangi tragedi BLBI tahun 1998. Ketiga, seandainya saja memang terbukti ada penumpang-penumpang gelap (free riders) yang menikmati dana talangan (bailout) Century, maka kekhawatiran selanjutnya adalah kasus ini akan mandeg tanpa kejelasan di lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan atau bahkan KPK.
Kesimpulannya adalah jika kasus Century ini akhirnya sesuai dengan tiga skenario kekhawatiran di atas, maka benarlah bahwa hari ini korupsi telah menyandera negara (state capture corruption). 

Menurut Transparasi Internasional, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakank kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Amien Rais (2008) menjelaskan bahwa korupsi yang paling berbahaya adalah state capture corruption atau state-hijacked corruption yakni korupsi yang menyandera negara. Kekuasaan negara yang terdiri dari eksekutif, legislatif dan yudikatif secara sadar dan tidak, telah melakukan korupsi yang paling besar dan paling berbahaya karena yang dipertaruhkan adalah kedaulatan ekonomi, politik, bahkan kedaulatan pertahanan keamanan bangsa Indonesia. 

http://agoratelegraph.com/
Komitmen Presiden dan ‘social movement’ Ada sebuah harapan dan mimpi besar bahwa pemimpin negeri ini benar-benar berkomitmen untuk memberantas seluruh kasus korupsi di Indonesia. Presiden SBY harus benar-benar membuktikan seminimal-minimalnya terhadap 60-an persen pemilihnya bahwa pemerintahan dibawah kendalinya benar-benar berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang adil. Strong and clean leadership Presiden menjadi penentu arah penyelesaian kasus Century dan korupsi lainnya di Indonesia. 

Berharap keadilan hukum benar–benar ditegakan adalah harga mati dalam penyelesaian kasus Century dan kasus-kasus korupsi lainnya. Jangan sampai hukum seperti sebuah pisau yang lancip ke bawah tumpul ke atas dimana hukum benar-benar ditegakan untuk rakyat miskin biasa yang melakukan kesalahan dan sebaliknya tidak benar-benar ditegakan untuk para pemegang modal dan para penguasa yang masih terus berkuasa di hadapan hukum.  Lalu dimanakah peranan masyarakakat diluar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif? Pengawasan seluruh elemen masyarakat baik dari seluruh mahasiswa, akademisi, media massa, termasuk sebenarnya pihak tertinggi perguruan tinggi juga mesti turut bersuara untuk menunjukan bahwa elemen diluar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif bisa menjadi sebuah gerakan sosial yang berdaulat dalam mengawasi jalannya proses penegakan hukum terkait masalah Century dan kasus-kasus korupsi lainnya. Lalu, jika kasus Century dan kasus korupsi lainnya tidak terbongkar atau bahkan tak jelas penyelesaiannya maka gerakan sosial bisa saja mengulangi sejarah turunnya Presiden Soeharto pada 1998 silam. Wallahua’lam. (Republika Yogyakarta, April 2010)

Friday, 10 January 2014

Wawancara Eksklusif


Diakhir pekan ini, Jumat, 10 Desember 2013, tim Kepotainment akhirnya bisa menemui Rizky Aliet untuk melakukan wawancara eksklusif. Ditemui dimeja kerjanya yang cukup luas sehingga tak layak untuk ukuran seorang staf seperti dirinya, Rizky Aliet bersedia diwawancarai meski diakuinya Dia tidak siap untuk menjadi orang terkenal lagi. Berikut petikan wawawancaranya:

Anda kerja disini?
Kepo bgt sih… Kenapa nggak percaya? Hehe… (tersenyum)….

Kerja sebagai apa?
Kata bos Saya, saya ini market analyst. Kerjanya ngumpulin data, sesekali survei dan analisis. Kalo ada yang mau bisnis kan mesti dilihat bagaimana potensi pasarnya, permintaannya bagus atau nggak, pesaingnya siapa aja.Ya kira-kira gitu kerjaan Saya.

Kok kerja Anda terlihat santai, teman-teman Anda bilang Anda malah sering online di facebook, memangnya nggak khawatir dibilang gak punya kerjaan?
Nggak. Memang perlu diakui kerja saya lebih santai dibandingkan rekan kerja saya yang lain. Hehe… Kewajiban Saya di perusahaan ini adalah membuat hasil ringkasan tentang satu tema market analysis dalam kertas A4 setiap bulannya, sekitar 5-10 halaman.

Cuma 5-10 halaman?
Iya benar. Tapi yang perlu diluruskan adalah bagaimana proses mengumpulkan data, tabulasi data dan olah data yang butuh waktu. Terlebih Saya harus memahami dulu alur dan tema cerita yang menjadi kewajiban tugas bulanan Saya. Jadi butuh banyak waktu untuk baca media online ataupun cetak. Harus sering baca report, hasil skripsi orang sampai analisis-analisis orang lain. Mungkin proses ini yang orang tidak kurang memahaminya.  

Apa saja tema yang sudah diangkat?
Cukup banyak, diantaranya hotel, perumahan, bengkel pesawat (MRO) dan penerbangan perintis.

Selain kerjaan anda sebagai market analyst, ada kerjaan yang lain?
Kalo tugas kantor tidak ada lagi, sebagai market analyst juga sudah cukup berat meski kadang sekedar mengetahui market dari permukaan saja. Tapi kalo kerjaan kantor sudah selesai Saya paling sering online sih, paling sering ya facebookan dan ngeblog, sesekali coba kirim tulisan ke media massa dan lomba.

Apa saja aktifitas Anda kalo facebookan?
Paling sering sih join diskusi di Forum Diskusi Suporter Indonesia. Ya sekedar ngikutin perkembangan sepakbola tanah air. Karena saya suka sepakbola nasional, terutama garuda muda garuda jaya U-19. Selain itu saya skrg buat grup Ayo Ikut, Ayo Ikut adalah grup pertemanan di facebook buat tempat berbagi informasi. Silakan berbagi informasi lomba, lowongan kerja, beasiswa, magang, seminar dan bisnis Anda!

Emangnya boleh ya facebookan di kantor Anda?
Saya kira kalo nggak ada larangan artinya boleh. Kalo ada larangan biasanya kan di block situsnya, tapi disini nggak tuh, facebookan boleh, youtube juga gak diblock… yg trptg kerjaan selesai sesuai waktu dan berkualitas...mungkin itu…

Anda juga blogger?
Belum layak sih disebut blogger. Saya baru aktif lagi ngeblog semenjak hampir 1-2 tahun vakum. Dulu saya lebih seneng posting tulisan, ide dan gagasan di facebook krn yg ngelike sama yang komen banyak. Tp kalo di blog cenderung sedikit… hehehe… tp skrg saya mikir, blog juga sama pentingnya kayak media jejaring sosial…

Kenapa nggak layak disebut blogger?
Ya karena sadar diri aja, kadang tulisan2 saya adalah tulisan2 pesanan proyek…

Maksud Anda?
Iya proyek2 lomba maksud Saya. Jadi kalo ada lomba baru nulis lagi… ya mungkin hampir 20% tulisan saya diblog buat kontes lomba…

Masih sempat ikut lomba?
Iya masih. Ya intinya kerjaan kantor selesai. Kalo ada waktu saya biasanya termotivasi untuk melakukan aktifitas yang lain khususnya ikut kontes tulisan… buat saya ikut kontes atau lomba begini banyak keuntungannya meski nggak juara2… (tertawa)… Kalo ikut kontes itu setidaknya tulisan dari ide dan gagasan Kita dibaca orang lain, melatih mental juga kalo menang biasa kalah juga biasa, ya syukur2 sih dapat hadiah. Tapi ya itu bukan tujuan utama, tujuan ke-3… (tertawa lagi)…..

Nggak takut dibilang ambisius?
Nggak. Biasa aja. Selama tidak ada larangan. Dan ini hal2 positif yang bisa Kita lakukan. Ini juga prinsipnya substitusi. Pasti ada yang kurang dalam hidup makannya kadang ini yang menutupinya. Lagipula ikut seperti ini cenderung punya efek positif meski terkesan sebagai penulis bayaran atau mungkin orang sering bilangnya ghost writter. Yang perlu dicatat adalah tulisan2 lomba tidak pernah mendominasi tulisan2 bebas diblog atau di catatan2 fb kok..... tp kan orang lain sering tidak melihat itu... 

Pernah menang?
Pernah Alhamdulillah, lumayan bisa memperbagus biodata ketika nilai2 raport sama IP kecil... (tertawa) Tp memang lebih seringan kalah sih… (tertawa lagi)…. Udah gak keitung berapa kali ikut kontes, dulu dari SMA mulainya… awalnya kalah….kalah..kalah..kalah..sekali menang abis itu kalah lagi,,kalah..kalah..menang…kalah lagi…dst… Namanya juga kompetisi… harus siap kalah dan menang…

Anda tetap akan terus ikut lomba walau skrg rada sibuk bekerja?
Yang pasti sih bukan ikut lomba. Tapi menulis. Kalo menulis Insya Allah akan terus, krn tulisan itu abadi meski saya suatu saat kontrak di dunia sudah habis. Tulisan saya juga banyak yang sekedar tulisan2 ringan. Kalo lomba, saya juga lihat2, temanya seperti apa, jumlah halaman dan lombanya itu sendiri, gratisan atau nggak… (tertawa)…

Apa resolusi Anda di 2014?
Kalo untuk urusan dunia saya pengen S2 sambil sertifikasi penilaian asset atau properti, tp skrg lg mikir, bayarnya pake apa… (tertawa)… trus pengen nyicil rumah sih.. sama terus menulis dan mungkin memulai bisnis kali ya… tp kalo urusan akhirat sih saya pengen tetap bisa mengabdi buat orang tua lagi mikir jg gimana caranya tetap bisa kasih uang bulanan ke orang tua, trus pengen buka tabungan haji, tp untuk urusan akhirat ini saya belum Pede… apalagi untuk jadi anak yang lebih baik dari hari ke hari…mohon doanya terus dari kawan-kawan semua.

Nggak pengen buat buku?

Kalo pengen sih pengen. Ada beberapa tema buku yang pengen ditulis. Dulu sempet nulis ttg loveeconomics tp nggak deh kayaknya terlalu berat krn nggak pede dg keilmuan economics diri sendiri. Kedua pengen nulis ttg business plan pake business model canvas. Tapi nggak lanjut juga krn nggak pede nulis bisnis krn nggak sukses berbisnis. Ketiga pengen juga nulis ttg Belajar Kehilangan, sebuah tema tulisan ttg orang2 yang pernah kehilangan, kehilangan orang tercinta, kehilangan harta, tahta, kehilangan penglihatan, dll, tp mereka tetap mampu bangkit lagi. Kayaknya bagus juga angkat cerita misal kayak sosok Dahlan Iskan yang transpalasi hati atau orang2 berkebutuhan khusus yang sukses dikemudian hari. Tapi kadang cuman ide, realisasi 0 besar. Banyak kendala... Pengen juga nulis buku tentang tokoh dalam angka, misal Jokowi dalam Angka, Risma dalam Angka, Ahmad Heryawan dalam Angka atau Ridwan Kamil dalam Angka... tapi.... hehe

Btw, sudah punya istri belum?
Sudah mbak. Istri saya namanya Adinda, cantik kan namanya, secantik orangnya… (senyum)

Wednesday, 1 January 2014

Cinta dalam Secangkir Teh Hangat



Setiap orang memiliki peran tersendiri dalam hidupnya. Individu-individu dilahirkan di dunia membawa tugasnya masing-masing, bervariasi. Namun sadarkah bahwa ada satu orang yang sepertinya memerankan banyak profesi selama hidupnya. Dialah Ibu. Ibu saya biasa dipanggil dengan sebutan Mama. Lebih sering tersebut Mamah.

Bisa dibilang, dialah sumber hidupku. Salah, sumber hidupku adalah Allah. Namun Allah sepertinya mendelegasikan sebagian sifat-sifat baiknya di pundak Mamahku. Sehingga aku merasa Mamah adalah hidupku. Mamah adalah gravitasi.

Untuk semua. SEMUA aspek di hidupku Mamah tau. Mamah terlibat. Dialah sosok utama yang terlintas di pikiranku ketika orang menyebut 'service quality'. Mamah tak pernah mendapatkan pendidikan SQ setahuku. Namun setiap pelayanan yang diberikan mamah, jauh melebihi standar pelayanan yang pernah ditawarkan oleh penyedia jasa manapun. Dia membuatku bergantung padanya. Dialah orang yang tak pernah absen menyediakan suami dan anak-anaknya teh hangat di pagi hari. Betapapun kusut wajahnya. Bagaimana mungkin orang dengan konsistennya bersusah payah membuatkan minum padahal anak (-anaknya) bangun siang, berbuat onar, bandel?

Bagaimana mungkin orang dengan sangat kosisten tetap membuatkan teh di pagi, padahal hari sebelumnya anaknya meninggalkan rumah dengan teh tetap utuh dalam gelas?Cinta ibuku lebih dari segelas teh hangat setiap pagi. Dialah orang yang rela mengabdikan hidup untuk suami dan anak-anaknya. Dia memberikan yang paling berharga yang dipunyai seorang Ibu, yaitu waktu. Dedikasinya diberikan secara tulus, sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Tak pernah seorang anak kecil terbangun dari tidurnya, mencari orang selain ibunya. Dan beruntungnya kami, Mamah selalu ada.

Mama itu adalah: Event organizer terbaik, koki terbaik, penjahit terbaik, penyembuh terbaik, fashion stylist terbaik, financing manager terbaik, perfeksionis sejati, desainer interior terbaik, pendengar curhat terbaik, psikiater terbaik, guru terbaik...

Tak salah jika Allah mengganjar pengorbanan seorang ibu dengan pahala yang besar. Yang harus disebut lebih dulu tiga kali, baru kemudian ayah. Tak salah jika setiap ucapanmu menjadi doa. Tak salah jika surga berada di telapak kakimu..

Mamah, mungkin aku nggak selalu suka dengan caramu. Mungkin ak masih terlalu bodoh untuk mengetahui bahwa tujuanmu baik. Maafkan di hari-hari labilku aku kerap menyakiti hatimu. Aku selalu cinta padamu mah. cinta pertamaku.

Maafkan Dinda ya mah. Dinda janji sekuat tenaga gak akan lagi menyakiti mamah. Terima kasih untuk semua yang mamah kasih hingga membentuk Dinda seperti hari ini. Selamat berulang tahun, Mah. Perlindungan dan keberkahan Allah senantiasa melingkupi Mamah. Kita semua sayang mamah banget. Cintaa Sekalii..

Tuesday, 17 December 2013

Agama & KTP

Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?
A : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di KTP mau dihilangkan lho.”
B : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah hilangkan agama?”
A: “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumkan di KTP.”
B : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki dan perempuan kan setara. Lagian, para bencong atau banci pasti protes mau dimasukkan ke jenis kelamina apa.”
C : “Eh, jangan lupa. Bisa juga lho perlakuan diskriminasi terjadi karena usia. Jadi hapus juga kolom tanggal lahir.”
D : “Eit, ingat juga. Bangsa Indonesia ini juga sering fanatisme daerahnya muncul, terlebih kalau ada laga sepak bola. Jadi mestinya, kolom tempat lahir dan alamat juga dihapus.”
B : “Ada juga lho, perlakuan diskriminasi itu gara-gara nama. Misal nih, ada orang dengan nama khas agama tertentu misalnya Abdullah, tapi tinggal di daerah yang mayoritas agamanya lain. Bisa tuh ntar dapat perlakuan diskriminasi. Jadi kolom nama juga wajib dihapus.”
B: “Kalau status pernikahan gimana? Perlu gak dicantumkan?”
A : “Itu harus dihapus. Nikah atau tidak nikah itu kan urusan pribadi masing-masing. Saya mau nikah kek, mau pacaran kek, itu kan urusan pribadi saya. Jadi kalau ada perempuan hamil besar mau melahirkan di rumah sakit, nggak usah ditanya KTP-nya, nggak usah ditanya sudah nikah belum, nggak usah ditanya mana suaminya. Langsung saja ditolong oleh dokter.”
D : “Sebenarnya, kolom pekerjaan juga berpotensi diskriminasi. Coba bayangkan. Ketika di KTP ditulis pekerjaan adalah petani/buruh, kalau orang tersebut datang ke kantor pemerintahan, kira-kira pelayanannya apakah sama ramahnya jika di kolom pekerjaan ditulis TNI? Nggak kan? Buruh biasa dilecehkan. Jadi kolom pekerjaan juga harus dihapus.”
C: “Kalau golongan darah gimana? Berpotensi diskriminasi nggak?”
A : “Bisa juga. Namanya orang sensitif, apa-apa bisa jadi bahan diskriminasi.”
E : “Lha terus, isi KTP apa dong?
Nama : dihapus
Tempat tanggal lahir : dihapus
Alamat tinggal : dihapus
Agama : dihapus
Status perkawinan : dihapus
Golongan darah : dihapus
Berarti, KTP isinya kertas kosong doang….”
A, B, C, D : (melongo)
Sumber: Islamedia

Thursday, 5 December 2013

Refund Tiket?

[1] Tentu tulisan ini tidak mengurangi rasa apresiasi terhadap prestasi Ignasius Jonan sebagai Dirut PT KAI apalagi sampai membatalkan penghargaan2 Beliau atas prestasi dan karyanya... #siapague 

[2] Tulisan ini cuman untuk berbagi pengalaman buat sesama orang yg belum mendapatkan hak refund dari PT KAI, khususnya kita2 yg mengurus refund melalui transfer antar rekening bank 

[3] Lamanya proses refund antar rekening sedikitnya menimpa saya, Hafid, Yunita (kawan penulis). Lama proses berarti lebih dari 30-45 hari sesuai yang dijanjikan oleh PT KAI 

[4] Refund sendiri adalah pembatalan tiket krn satu dan lain hal oleh pembeli, dan dipotong 25% sesuai ketentuan. 

[5] Oh iya, cerita yg sama pernah muncul juga disurat pembaca. Coba googling. Kalo dulu saya nemu di media online, detik.com 

[6] Cerita ini bermula ketika lebih dari 30-45 hari belum ada uang yang masuk ke rekening. 

[7] Usut punya usut lahirlah beberapa kemungkinan: Mungkin sudah masuk rekening tapi gak ketahuan dan sudah habis terpakai, mungkin emang belum ditransfer oleh PT. KAI dan mungkin dipihak bank 

[8] Saya dan istri gak ada yang mengaku kalo pake uang dari refund PT KAI. :D 

[9] Mulai lah ke langkah selanjutnya. Kita email (melalui email perusahaan dimana saya bekerja, sebab pengalaman sebelumnya dikasus yg berbeda email gratis tidak direspon) ke kotak pelanggan PT. KAI. Siang email sore dibalas. Diminta masukan semua data yg mereka perlukan. Done. Dan email gak dibalas. 

[10] Disaat yg hampir bersamaan. Dicetaklah rekening koran, periode 1 Oktober-29 November (11 November adalah hari ke-30, 25 Nov adalah hari ke-45). Dan benar, tidak ada transaksi yang masuk. Yg ada cuman potongan biaya admin, ambil uang dan sisa uang yg hampir Rp0. 

[11] Dimulai lagi langkah selanjutnya. Telepon 121 ext 4 untuk pengaduan dan keluhan. Berkali2. Sampai CSnya ganti2 kalo g salah ingat namanya Dwi, Ana dan Olive. 

[12] Setelah memberikan informasi data2 yg dibutuhkan CS untuk dapat nomer kasus. Yang unik, jawaban CS berbeda2. 

[13] Orang pertama hanya berhenti sampai nomer kasus. Lanjut lagi, ganti CS. Orang ke 2 jawab, uang sudah ditransfer per tanggal 19 November 2013 dg kode transaksi bla..bla..bla (saya lupa krn nulis ini dikereta). 

[14] Krn saya pegang rekening koran, saya email bukti dari saya sembari minta bukti transfer mereka dan sembari menduga mungkin di bank yg bermasalah. 

[15] Bukti rek. Koran ke email gak dibalas. Padahal janjinya hari Senin kemarin. Lucunya, antara admin email dan cs berbeda dan dijadikan alasan. 

[16] Ketika saya tanyakan bisa langsung tatap muka ke stasiun. Mereka jawab gak bisa. Krn bla..bla..bla... Salah satunya yg sy ingat masalah klaim kantornya di Juanda... Trus kenapa (dlm hati)? 

[17] Rabu pagi tadi, saya telepon kembali (lg2 pake telepon kantor, supaya tercatat nomer perusahaan, dan sekalian gratis). Dijawab dg Olive, kasih nomer kasus. Dan jawabannya mengejutkan bahwa terjadi gagal transfer krn data tidak lengkap. Hello? :D 

[18] Ya sudah, tanpa panjang lebar. Saya mau ambil uang langsung ke Gambir. Tp sebelumnya saya diminta telepon lg sekitar jam 11 siang ke mereka. 

[19] Sblm saya tlpn, mereka malah telepon saya duluan menjelaskan kembali krn gagal transfer... 

[20] Akhirnya, Saya dpt mengembalikan hak dg sedikit bnyk repot2an dan sedikit catatan bahwa hal2 yg 'kecil' seperti ini ibarat angka merah dibanyak angka2 biru diraport biru Ignasius Jonan.

Tuesday, 3 December 2013

Adu Kuat Buruh vs Pengusaha


Q = f (K, L) merupakan fungsi dasar proses produksi karya Cobb-Dauglass, K untuk kapital dan L untuk Labor #simbiosismutualisme
K dan L merupakan gambaran saling ketergantungan antara kapital dari para pemilik modal (pengusaha) dengan labor (buruh) #simbiosismutualisme
K dan L tidak bisa salah satunya dihilangkan, krn setiap proses Q (quantity, produksi) butuh keduanya, maka muncul istilah simbiosis. Tentu harus #simbiosismutualisme
Buruh butuh upah sedangkan pengusaha butuh profit melalui tenaga buruh #simbiosismutualisme
Namun seringkali keduanya tidak memiliki titik temu #bipatrit dalam hal pengupahan, maka butuh pemerintah sebagai #tripatrit untuk menghasilkan equilibrium antara permintaan buruh (demand side) dg penawaran pengusaha (supply side) #simbiosismutualisme
Lantas siapa yang harus disalahkan ketika keduanya tidak menghasilkan #simbiosismutualisme, buruh minta naik gaji, sedangkan pengusaha minta keringanan gaji? Pertanyaan ini seperti pertanyaan duluan mana antara telur dan ayam? Buruh naik gaji karena harga barang2 naik atau harga barang2 naik karena gaji buruh naik?

Suara Buruh
[1] Pengusaha harus mengerti, bahwa kenaikan gaji merupakan sesuatu yang pasti terjadi setiap tahunnya. UMP se-Indonesia setiap tahun (CAGR, 2005-2013) naik sekitar 12,8% mengikuti kenaikan KHL yang selalu naik 13,3% setiap tahunnya. #Suaraburuh
[2] Kata buruh, Kami berdemonstrasi bukan hanya menuntut kenaikan gaji, tapi juga menuntut upah kawan2 Kami yang masih menerima upah di bawah KHL?  Di 2006-2012 banyak 37% rata2 buruh dpt upah dibawah upah minimum. Di 2009, bahkan menyentuh angka 44,6%. . #Suaraburuh

[3] Demonstrasi dijamin konstitusi, tapi benarkah beberapa pengusaha sewa ormas untuk melarang demonstrasi para buruh? . #Suaraburuh

[4] Buruh juga dukung BPJS 2014. Kalo penonton cuman tahu buruh minta gaji Rp3,7 juta sebulan. Dan BPJS bukan produk DPR RI, tp hasil jalan kaki para buruh dari Bandung ke Jakarta. #Suaraburuh

[5] Pengusaha pusing bukan cuman karena ada tuntutan buruh. Tapi pungutan2 liar para preman bahkan sampe ruko2 yg kecil2 aja dipungutin. Sayangnya seringkali oknum aparat juga terlibat. Jangankan pengusaha, warga aja dipungutin. Hello aparat? Tapi g cuman oknum aparat, politikus juga butuh dana pengusaha. Coba jika tak ada pungutan liar? Pengusaha senang buruh senang . #Suaraburuh
[6] Demo buruh juga memang dikeluhkan para pengusaha dan calon investor. Tapi jgn lupa, masalah perizinan juga lebih sering dikeluhkan mereka, ada itu di doing business WB yang rilis hampir tiap tahun. Bahkan perusahaan2 yg g sanggup bayar upah, mau pergi, butuh waktu satu tahun. . #Suaraburuh

[7] Upah buruh butuh naik untuk cicilan motor Ninja Kawasaki, Samsung S3 dan perumahan? Harusnya #terimakasihburuh produsen2 otomotif, gadget dan developer properti produknya bisa terbeli meski dengan mencicil. Indonesia nih, the big four untuk urusan market. 237 juta penduduk di 2010, jumlahnya naik tiap tahun 1,49%. G cuman naik, penduduk kelas menengah juga naik. Pendapatan per kapita juga naik. Posisi skrg ±USD3ribu. . #Suaraburuh

[8] Di Jawa nih kumpul 60-70% penduduk Indonesia. Awal konsentrasi di Jakarta. Ketika JKT berubah jadi basis jasa, dan upah di JKT naik, muncul istilah baru Jabodetabek. Jabodetabek naik muncul istilah Jabodetabek-Cirangkarta atau kita kenal The Greater Jakarta. The Greater Jakarta naik, lahir istilah The Greater Semarang dan Surabaya (Gerbangkertosusila). Proses ilmiah. Terus geser. Mudah2an geser juga ke Kawasan Timur Indonesia. Kalo buruh gak demo, gak geser2 tuh konsentrasi dan pemerataan. Apalagi infrastruktur. Biar pemerintah terus berpikir. . #Suaraburuh

[9] Produktivitas buruh rendah? Produktivitas buruh di Indonesia 2001-2010 berbagai sektor CAGRnya 5,46%. UMP nominal 2005-2013, 12,8%. Lalu berapakah upah riil buruh? 2,7% per tahun.
 #Suaraburuh
[10] Kami tuntut kenaikan gaji karena beberapa kota di negara lain bahkan lebih tinggi dari upah Kami. Data The Japan External Trade Organization (JETRO) yang rilis April 2012 bisa sedikit menggambarkan itu. Untuk ukuran ASEAN Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur masih di atas Kami [Jakarta], apalagi daerah2 di luar Jakarta yang masih di bawah DKI Jakarta? #Suaraburuh

Suara Pengusaha
[1] Upah buruh naik, harga lahan untuk sewa pabrik atau bangun pabrik naik, harga bbm naik, belum lagi pungli. Menambah pusing Kami sebagai pengusaha #Suarapengusaha
[2] Kata teori, supply creates its own demand, dengan sendirinya supply (produk2 yg kami produksi dan jasa yang kami tawarkan) katanya dengan sendirinya akan tetap ada permintaan. Tapi nyatanya produk2 Kami banyak juga yang tidak terserap oleh pasar #Suarapengusaha karena harga jual Kami melambung krn bahan2 produksi juga melambung
[3] Mogok kerja jelas membuat produksi terhenti dan Kami merugi #Suarapengusaha
[4] Kami yang tidak sanggup membayar upah buruh pilihannya 3: menaikan harga jual produk, relokasi pabrik atau tutup sama sekali #Suarapengusaha
[5] Jika kami menaikan harga jual produk, konsekuensinya produk Kami gak ada yang beli dan dampaknya kepada konsumen yang harus membeli dengan harga mahal + pajak konsumen yang juga menambah harga jual Kami #Suarapengusaha
[6] Jika Kami relokasi pabrik, tak mungkin Kami membawa semua buruh ke tempat pabrik Kami apalagi kalo Kami pindah ke luar negeri #Suarapengusaha
[7] Jika Kami tutup sama sekali, Kami semakin rugi, buruh di PHK. #Suarapengusaha
[8] Sebagian Kami bukannya tak mau membayar tapi memang Kami tak sanggup membayar upah di atas KHL, untuk itu Kami meminta penangguhan yang juga dijamin peraturan #Suarapengusaha
[9] Doing business Indonesia memang membaik, tapi sudahkah meniadakan semua pungli2 yang ada, pungli izin, pungli lain-lain #Suarapengusaha. Apakah Kami bisa melawan? Mereka butuh dana2 Kami sedangkan Kami butuh tempat usaha.
[10] Doing business Indonesia memang membaik, tapi apakah infrastruktur seperti jalan, bandara, komunikasi, listrik, air, gas, kemacetan dll di Indonesia ikut membaik? #Suarapengusaha

3 Solusi
Solusi ini hanya berbentuk opsional, bisa dipilih salah satu ataupun ketiganya secara bersamaan….
[1] Menjadikan perusahaan dimiliki bersama melalui ESOP (Employee Stock Ownership Plan). ESOP ini telah di atur Pasal 43 ayat (3) huruf a UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”). Pasal tersebut pada intinya memungkinkan Perseroan untuk melakukan penawaran saham kepada karyawannya sendiri. ESOP sendiri akan memunculkan beberapa dampak positif: rewards (memberikan penghargaan kepada seluruh karyawan dan manajemen atas kontribusinya yang membantu meningkatkan performa perusahaan), Peningkatan Motivasi dan Komitmen, Retaining Program (dapat menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan dan manajemen yang memiliki peran penting dalam meningkatkan value perusahaan) dan menimbulkan rasa memiliki.
[2] Membuat sistem pengupahan bagi hasil. Laba bersih besar pendapatan buruh ikut naik, laba bersih turun pendapatan buruh ikut turun. Memang kedengerannya agak repot bagi perusahaan2 besar. Bisa dicoba dimulai dari perusahaan2 kecil2 dan kita2 yang lagi merintis bisnis (start up). Ini yang pernah saya lakukan waktu dulu punya CV. RnB Management, usaha yang bergerak di bidang EO, web development dan cetak buku. Meski cuman seumur jagung. Bisnis dengan bagi hasil butuh keterbukaan laporan keuangan mulai dari pemasukan sampai dengan pengeluaran hingga muncul laba bersih. Setiap karyawan katakanlah digaji 1% dari laba bersih. Jika laba bersih perusahaan pada bulan Januari sekitar Rp100 juta maka 1 karyawan mendapatkan Rp1 juta. Tapi jika laba bersih perusahaan di bulan tsbt mencapai Rp1 miliar maka 1 karyawan mendapatkan pendapatan Rp10 juta. Begitu seterusnya. Dampak positif akan mampu meningkatkan kinerja karyawan.
[3] Menghidupkan koperasi karyawan. Koperasi itu mengajarkan kekeluargaan dan dari karyawan, oleh karyawan untuk karyawan. Koperasi dapat memberikan pemasukan tambahan buat buruh. Dikoperasi karyawan juga bisa Didik menjadi entrepreneur sejati. Sehingga mereka bisa merasakan bagaimana dan sulitnya menjadi pengusaha. Disamping itu, buruh bisa dididik untuk tidak berdemonstrasi meminta kenaikan gaji setiap tahunnya. Dan akan meningkatkan kinerja perusahaan.







Thursday, 31 October 2013

Sisi Lain Buruh

[1] Kalopun buruh tidak berdemonstrasi, maka emangnya ada yang tahu kalo di beberapa daerah, UMP buruh masih ada yang menerima di bawah KHL? Yang tahu ada UMP di bawah KHL aja msh adem ayem. Di 2006-2012 banyak 37% rata2 buruh dpt upah dibawah upah minimum. Di 2009, bahkan menyentuh angka 44,6%.

[2] Katanya ikut mekanisme pasar, tapi kenapa sewa ormas untuk melarang demonstrasi?

[3] Buruh juga dukung BPJS 2014. Kalo kita cuman tahu buruh minta gaji Rp3,7 sebulan. Dan BPJS bukan produk DPR RI, tp hasil jalan kaki para buruh dari Bandung ke Jakarta [versi buruh]. Sayangnya yg g tau, cuman paham buruh nuntut gaji naik 50% jd Rp3,7 juta untuk bayar cicilan motor. Susah emang kalo dah bermandikan minyak mah...  eh...

[4] Pengusaha pusing bukan cuman karena ada tuntutan buruh. Tapi pungutan2 liar para preman bahkan sampe ruko2 yg kecil2 aja dipungutin. Sayangnya seringkali oknum aparat juga terlibat. Jangankan pengusaha, warga aja dipungutin. Hello aparat? Tapi g cuman oknum aparat, politikus juga butuh dukungan dan dulangan suara. Disatu sisi, pengusaha juga tak jarang order tuk perebutan lahan.

[5] Demo buruh juga memang dikeluhkan para pengusaha dan calon investor. Tapi jgn lupa, masalah perizinan juga lebih sering dikeluhkan mereka, ada itu di doing business WB yang rilis hampir tiap tahun. Bahkan perusahaan2 yg g sanggup bayar upah, mau pergi, butuh waktu satu tahun.

[6] Buruh butuh naik untuk cicilan motor? Harusnya #terimakasihburuh produsen2 otomotif produknya bisa terbeli. Indonesia nih, the big four untuk urusan market. 237 juta penduduk di 2010, naik tiap tahun 1,49%. G cuman naik, penduduk kelas menengah juga naik. Pendapatan per kapita juga naik. Posisi skrg ±USD3ribu.

[7] Di Jawa nih kumpul 60-70% penduduk Indonesia. Awal konsentrasi di JKT. Ketika JKT berubah jadi basis jasa, dan upah di JKT naik, muncul istilah baru Jabodetabek. Jabodetabek naik muncul istilah Jabodetabek-Cirangkarta atau kita kenal The Greater Jakarta. The Greater Jakarta naik, lahir istilah The Greater Semarang dan Surabaya (Gerbangkertosusila). Proses ilmiah. Terus geser. Mudah2an geser juga ke Kawasan Timur Indonesia. Kalo buruh gak demo, gak geser2 tuh konsentrasi dan pemerataan. Apalagi infrastruktur. Biar pemerintah terus berpikir.

[8] Jadi pengusaha harus siap kenaikan gaji buruh/pegawai/karyawan tiap tahun, UMP nominal tiap tahun overall 12% naiknya. Kalo g siap ya g usah jadi pengusaha.  kalo yg usahanya masih mikro, apalagi g berbadan hukum, gaji di bawah standard masih banyak di Indonesia ini. Jadi woles bro. Pusingnya Gak usah melebih-lebihi para pengusaha besar. Heheehe...

[9] Banyak yg g sadar, kalo UMP naik standard yg katanya status dan jenjangnya lebih tinggi dari buruh juga ikut naik. Biasanya 15% di atas upah buruh.

[10] Produktivitas TK rendah? Produktivitas TK di Indonesia 2001-2010 berbagai sektor CAGRnya 5,46%. UMP nominal 2005-2013, 12,8%. Lalu berapakah upah riil buruh? 2,7% per tahun.

Thursday, 12 September 2013

20 Tips dan Trik Naek Commuter Line


1. Pastikan Kita gak naik CL di jam2 padet penduduk. Hal ini ptg selain untuk membuat Anda nyaman dan aman juga supaya saya lebih lega di dalam. :D 

2. Kita tidak perlu mengetahui jadwal keberangkatan CL, karena seringkali tak pasti. :p 
3. Jgn sampe kita gak mengetahui bagaimana cara kita sampe ke stasiun dimana kita ingin naik. Dan pastikan kita mengetahui dimana kita turun. Kalopun nanti kita terlewat saat turun, jangan panik. Karena kita masih berada di sekitaran Jabodetabek. :D 
4. Jangan lupa beli tiket. Jangan coba sekali sekali tanpa tiket. Pilihannya 2: denda Rp50rebu atau difoto petugas dan diblack list. Jangan sampe tiket ilang. Krn ribet. Krn g bisa dganti dg menunjukan STNK. :D 
5. Pastikan Kita naek dari peron, kalo gak begitu Kita g bakal bisa naek. :D krn pintu gak kebuka juga sih... 
Sumber foto: www.thejakartapost.com
6. Naek CL juga harus visioner. Visioner pertama, harus tahu pintu masuk stasiun. Depan belakang atau tengah. Kalo pintu masuk stasiun dibelakang, maka Kita harus berjalan ke depan untuk dpt gerbong depan yg relatif kosong. Begitu sebaliknya... 
7. Visioner kedua, harus tahu pas turun nanti pintu mana yang terbuka. Kanan atau kiri. Jangan pernah membuka pintu yg tidak terbuka karena Kita akan didenda. Selain itu turunnya juga susah krn langsung rel dan berbahaya krn g ada peron... :D 
8. Kalo kita laki-laki jgn naek gerbong perempuan. Kalo perempuan kenapa boleh naek gerbong laki-laki. #dikriminasi... :D 
9. Didalem, ada tempat duduk prioritas deket sambungan antar gerbong, buat ibu hamil, lanjut usia, ibu dan anak, dan difabel. Sebisa mungkin g usah duduk, khususnya bagi Anda yg g masuk ke dlm prioritas. Daripada ente diomongin orang se-gerbong... :D 
10. Pastikan Anda taruh brg bawaan Anda di kabin CL. Kalo g muat, tumpukin aja. Klo bener2 g muat, peluk bawaan Kita erat2 seperti Kita memeluk org2 yg kita cintai. :) dan tentu kita g meluk org yg dicintai dikereta, WAJIB wanita kita digerbong wanita. Okey. 
11. Perhatikan Kita g berdiri di depan pintu keluar masuk gerbong. Tersiksa. Masuk kedorong keluar kedorong. Mojok aja cr pegangan. 
12. Waspada orang dikanan kiri depan belakang, tenggara, timur tenggara, dsb. Tapi jgn sampe malah Kita yang dicurigai karena mata kita jelalatan. :D 
13. Bagaimana ciri2 pencopet? Sekarang agak susah yah, terutama dijam2 padat. Pencopet sekarang dah kayak orang berdasi. Susah dikenali. Jangan sering menuduh orang yg gak rapih, acak2an pake kaos, celana bolong, rambut awut2an sbagai pencopet loh. Skrg kebalikannya. Bawa tas segede gaban dan pake masker jg pernah ada. 
14. Pencopet skrg pinter, misal brg bawaan Kita kecopet nih. Trus kita tahu, dia bakalan sengaja jatuhin barang copetan itu ke bawah. Trus Kita tuduh dia, g ada bukti. Malah dia menuduh kita fitnah dan malah suaranya lebih keras mengundang perhatian. Bakal lapor polisi dst. Bingung kan. Ini kejadian. 
15. Keep calm aja. Kalo ada yg memancing keributan. Karena sgt mungkin dia komplotan. Lengah sedikit robek tas. :) walau susah juga sih g kepancing emosi. 
16. Jgn sering membuat emosi orang. Klo ada yg mau naek jgn ditahan biar aja penuh2an sampe kepadetannya 1000 org/m2 (lebay..hehe). 
17. Kalo ada yg mau turun dan kebtulan kita didepan pintu sebaiknya turun dulu. Krn ini barang publik bukan punya bapak lu Tong. :D 
18. Klo mau turun dan suasana pdt, melipir dikit2, bang/mas tuker ya saya mau turun. Klo nggak gitu g bsa kluar. Klo pun bisa keluar, kita akan dibenci krn kluar dg nginjek2 kaki orang. :D 
19. Jgn tatap org terlalu lama krn dikira ngajak ribut. :0 
20. Berdoa sblm naik dan sesudah turun. 



Tambahan: 
kalo mau naik: Bogor (pintu masuk belakang, pintu kereta kanan kiri kebuka), cilebut (blkng, ka-ki), Boge (belakang ka-ki), citayem (tengah ka-ki), dela (blkgn, ki), debar (tengah, ka), pocin (depan, ka), ui (blkg, ka). 



Kalo mau turun: Kalibata, Cawang, Tebet (pintu kebuka kanan), Manggarai (ki), sudirman (ka), gondang dia (ka), pintu keluar cari sendiri ya. Gambir g berenti. Transit gondangdia atau juanda. Jgn turun ke rel nelusuri jalur kereta ya. Turun ke bawah cari kendaraan sambung ke gambir. Bisa naek apa aja kecuali pesawat. :D

Wednesday, 4 September 2013

Terimakasih Commuter Line


Commuter line selalu menghalangi niatku untuk datang ke kantor lebih siang dan pulang lebih awal... 


Commuter line membuat aku berpikir kalo mau enak dan nyaman itu bayar lebih, gak usah disubsidi... 



en.tempo.co
Commuter line membuatku untuk berusaha cari untung sebesar2nya.... 



Commuter line membuatku bangga dg transportasi massa yg dikelola negara,.. 



Commuter line juga mengajariku untuk menerima apa adanya barang publik, perlu antri, g perlu marah jika tersenggol, kepanasan, keinjek, atau kecopetan... 



Commuter line berpesan ke aku jgn sekali sekali bergantung dengannya... 



Commuter line bilang bahwa hidup itu penuh perjuangan... Berjuang untuk dpt mengambil kesempatan dlm kesempitan yg bener2 sempit... 



Commuter line berkata supaya aku punya kendaraan pribadi biar produksi otomotip ad yg beli, atau ya supaya beli rumah deket kantor biar properti2 itu ada yg ngisi,... 



Commuter line memotivasi aku untuk jadi pejabat, pake pengawal, supaya lancar, nyaman dan g macet... 



Commuter line mengamanatkan supaya berbagi kue dengan dg penumpang lain seperti commuter berbagi penumpang dengan angkutan antar jemput kantoran, ojeg, bis, taxi, dll... 



Commuter line bilang bahwa kebijakan itu pasti selalu ada pro dan kontra jd hal biasa... 



Commuter line mengajarkan siapapun sama, kaya miskin sama, asal mbayar, 



Commuter line diem2 berbisik, kalo mau naek, naeklah pagi sekali dan pulang malem sekalian, kalo mau kerja kerjalah ke arah Bogor jgn di Jakarta atau diluar jawa sekalian, kalo mau enak beli helikopter, atau beli jalur kereta sekalian.... Jadiin milik pribadi... Hahaa...



Tp yg plg berat adalah ajaran ttg bangun pagi... Karena aku masih bermimpi seperti commuter line bermimpi....